top of page
Search

Sistem Cost Per Print: Menghitung Efisiensi Penggunaan Mesin Coding

  • Dec 11, 2025
  • 5 min read
Sistem Cost Per Print
Sistem Cost Per Print

Dalam industri manufaktur modern, efisiensi menjadi kunci utama untuk menjaga kelancaran produksi dan mengurangi biaya operasional. Salah satu aspek yang sering diabaikan adalah biaya pencetakan kode produksi menggunakan mesin coding seperti CIJ, TIJ, atau laser. Meskipun setiap cetakan terlihat sederhana, sebenarnya terdapat biaya yang terus terakumulasi dari tinta, energi, spare part, hingga downtime. Karena itu, banyak perusahaan mulai melakukan perhitungan Cost Per Print (CPP) untuk memahami efisiensi sebenarnya dari proses penandaan produk.


Cost Per Print adalah metode untuk menghitung biaya yang dikeluarkan setiap kali satu kode dicetak pada produk. Perhitungan ini sangat penting karena memberikan gambaran jelas tentang apakah mesin coding bekerja dengan hemat atau justru boros. Dengan mengetahui CPP, perusahaan bisa mengevaluasi performa mesin, konsumsi tinta, dan biaya maintenance secara lebih akurat. Informasi ini juga membantu menentukan strategi produksi yang lebih efisien untuk jangka panjang.


CPP menjadi indikator penting karena dapat membongkar area pemborosan yang sebelumnya tidak terlihat. Banyak produksi berjalan tanpa mengetahui berapa besar biaya yang terbuang setiap bulan akibat pengaturan mesin yang kurang tepat atau penggunaan tinta yang tidak efisien. Dengan perhitungan yang benar, perusahaan dapat membuat keputusan teknologi lebih cerdas, termasuk memilih mesin coding yang sesuai kebutuhan. Hal ini menjadikan CPP sebagai alat analisis yang sangat relevan untuk proses optimasi industri.


Komponen Utama dalam Cost Per Print


Biaya tinta dan make-up merupakan komponen terbesar dalam perhitungan CPP. Tinta pada mesin CIJ dapat terkonsumsi lebih cepat jika ukuran teks terlalu besar, jarak printhead terlalu jauh, atau permukaan produk tidak ideal. Kondisi nozzle yang kotor juga membuat mesin menyemprotkan lebih banyak tinta daripada yang diperlukan sehingga meningkatkan biaya per cetakan. Oleh karena itu, mengelola konsumsi tinta dengan benar sangat penting untuk menurunkan CPP.


Selain tinta, harga spare part juga menjadi komponen signifikan dalam CPP. Mesin coding memiliki beberapa komponen dengan masa pakai terbatas seperti filter, selang fluida, cartridge, dan printhead. Jika spare part sering rusak atau diganti melebihi siklus ideal, biaya operasional otomatis meningkat. Penggantian spare part yang terencana dan penggunaan komponen berkualitas tinggi dapat membantu menurunkan biaya per cetakan secara konsisten.


Biaya energi juga perlu diperhatikan dalam perhitungan CPP. Mesin laser misalnya, tidak menggunakan tinta tetapi membutuhkan daya listrik lebih besar. Sementara itu, CIJ dan TIJ memiliki konsumsi listrik lebih rendah tetapi terbebani oleh biaya tinta. Dengan memahami karakteristik masing-masing teknologi, perusahaan bisa melakukan perbandingan biaya lebih objektif. Hal ini membantu menentukan jenis printer mana yang paling hemat untuk kebutuhan tertentu.


Downtime juga merupakan bagian dari biaya yang sering tidak diperhitungkan dalam CPP. Setiap kali mesin berhenti karena error, tinta mengering, atau nozzle tersumbat, produksi ikut tertunda. Produk yang gagal cetak mungkin harus di-rework atau bahkan dibuang sehingga menambah biaya. Dengan memasukkan downtime ke dalam CPP, perusahaan mendapatkan gambaran penuh mengenai efisiensi mesin coding.


Cara Menghitung Cost Per Print dengan Benar


Perhitungan dasar CPP dilakukan dengan menjumlahkan seluruh biaya operasional mesin coding dalam periode tertentu lalu membaginya dengan total jumlah cetakan. Meskipun sederhana, perhitungan harus mencakup semua elemen agar hasilnya akurat. Perusahaan perlu memasukkan biaya tinta, make-up, spare part, energi, maintenance, dan downtime. Setiap komponen ini memberikan nilai yang berbeda terhadap struktur biaya per cetakan.


Sebagai contoh, jika penggunaan tinta dalam satu bulan mencapai biaya lima juta rupiah, spare part dan maintenance senilai dua juta, dan total cetakan mencapai lima ratus ribu print, maka CPP dapat dihitung dengan mudah. Biaya total tujuh juta dibagi dengan lima ratus ribu menghasilkan CPP sebesar empat belas rupiah per print. Dengan angka tersebut, perusahaan bisa mengevaluasi apakah biaya tersebut masih ideal atau perlu dilakukan perbaikan operasional.


Perhitungan CPP sebaiknya dilakukan secara periodik, misalnya per bulan atau per kuartal. Produksi dengan volume tinggi dapat mengalami perubahan konsumsi tinta atau performa mesin dari waktu ke waktu. Dengan pencatatan rutin, perusahaan dapat mendeteksi tren peningkatan biaya yang mungkin disebabkan oleh penurunan kualitas spare part atau kesalahan pengaturan mesin. Evaluasi berkala membantu menjaga CPP tetap stabil.


CPP juga bisa dibandingkan antar lini produksi atau antar jenis mesin untuk menemukan teknologi pencetakan paling efisien. Misalnya, jika TIJ memiliki CPP lebih rendah untuk produk berteks kecil, sementara CIJ lebih efisien untuk produksi cepat dan kontinyu, perusahaan dapat menyesuaikan strategi pembagian mesin. Keputusan ini berdampak langsung pada penghematan biaya operasional dalam jangka panjang.


Mengapa Cost Per Print Penting untuk Industri


CPP membantu perusahaan memahami biaya sebenarnya dari proses pencetakan kode produksi. Banyak perusahaan hanya berfokus pada harga mesin saat pembelian, padahal biaya operasional jangka panjang jauh lebih menentukan. Dengan menghitung CPP, perusahaan dapat mengetahui apakah mesin coding benar-benar hemat sesuai klaim produsen. Hal ini membuat proses pemilihan teknologi menjadi lebih objektif.


CPP juga membantu mengidentifikasi area pemborosan yang tidak terlihat. Misalnya, nozzle yang kotor dapat meningkatkan konsumsi tinta hingga beberapa persen tanpa disadari operator. Begitu pula dengan pengaturan karakter yang terlalu tebal atau jarak printhead yang salah. Dengan mengetahui penyebab kenaikan CPP, perusahaan bisa melakukan perbaikan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kualitas cetak.


Selain itu, CPP memberikan nilai penting untuk manajemen dalam pengambilan keputusan operasional. Baik upgrade mesin, pelatihan operator, penggunaan tinta lebih efisien, atau implementasi SOP baru dapat dianalisis berdasarkan dampaknya terhadap CPP. Hal ini menjadikan CPP sebagai alat strategis dalam peningkatan efisiensi produksi.


Strategi Efektif untuk Menurunkan Cost Per Print


Menggunakan tinta dan consumable yang kompatibel dengan mesin merupakan langkah pertama untuk menurunkan CPP. Tinta tidak resmi sering mengandung komposisi yang tidak stabil sehingga mempercepat kerusakan printhead. Kerusakan ini meningkatkan frekuensi downtime dan biaya maintenance. Dengan menggunakan tinta berkualitas, mesin bekerja lebih stabil dan CPP menurun secara alami.


Perawatan rutin juga menjadi faktor besar dalam penghematan biaya cetak. Printhead yang bersih, filter yang diganti tepat waktu, dan kalibrasi yang benar menjaga aliran tinta tetap konsisten. Dengan perawatan yang baik, mesin terhindar dari kerusakan besar yang biayanya jauh lebih mahal dibanding perawatan kecil. Hal ini membuat CPP tetap berada pada angka ideal.


Pengaturan ukuran teks, tingkat ketebalan tinta, dan jarak cetak sangat berpengaruh terhadap konsumsi tinta. Perusahaan sering menggunakan pengaturan default yang sebenarnya tidak efisien. Dengan menyesuaikan pengaturan sesuai kebutuhan, konsumsi tinta dapat ditekan tanpa mengurangi keterbacaan. Strategi ini terbukti efektif menurunkan CPP pada banyak lini produksi.


Monitoring CPP secara rutin juga penting agar perusahaan dapat melakukan tindakan korektif dengan cepat. Ketika CPP meningkat, perusahaan dapat menelusuri penyebabnya apakah tinta boros, spare part mendekati masa habis, atau ada kesalahan operator. Dengan sistem monitoring yang baik, efisiensi produksi tetap terkendali.


Kesimpulan


Cost Per Print merupakan indikator penting dalam mengukur efisiensi penggunaan mesin coding di industri. Dengan menghitung CPP secara akurat, perusahaan dapat memahami struktur biaya, mengidentifikasi pemborosan, dan memilih strategi operasional yang lebih hemat. 


CPP tidak hanya membantu menekan biaya, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan keandalan proses pencetakan kode produksi. Temukan rangkaian mesin coding dan marking yang lebih efisien untuk menurunkan Cost Per Print Anda di halaman produk Agaprima disini.

 
 
 

Comments


bottom of page