Label dan tanggal kedaluwarsa (expired date) merupakan informasi penting yang harus tercantum dengan jelas pada kemasan produk. Informasi tersebut membantu konsumen mengenali produk, mengetahui batas waktu penggunaan, serta memastikan kesesuaian barang dengan kebutuhan mereka.
Dalam industri makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, dan berbagai sektor manufaktur lainnya, kesalahan pencetakan label atau expired date dapat menimbulkan masalah serius. Informasi yang buram, terpotong, atau tidak sesuai dapat menyebabkan produk ditolak dalam proses quality control, meningkatkan biaya produksi, hingga menimbulkan keluhan pelanggan.
Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan setiap informasi pada kemasan dapat dibaca dengan benar sebelum produk didistribusikan.
Lantas, bagaimana cara memastikan label dan expired date kemasan tetap jelas dan akurat? Berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam proses produksi.
Mengapa Keterbacaan Label dan Expired Date Sangat Penting?
Label kemasan berfungsi menyampaikan informasi mengenai identitas produk, komposisi, petunjuk penggunaan, hingga informasi produksi yang diperlukan konsumen.
Sementara itu, expired date menunjukkan batas waktu penggunaan atau konsumsi produk sesuai ketentuan dan karakteristik produk tersebut.
Apabila informasi tersebut tidak terbaca dengan jelas, beberapa masalah dapat terjadi, antara lain:
- Kesulitan konsumen mengidentifikasi informasi produk.
- Meningkatnya risiko kesalahan distribusi atau penggunaan barang.
- Produk tidak lolos pemeriksaan kualitas.
- Bertambahnya biaya pengerjaan ulang atau rework.
- Menurunnya kepercayaan pelanggan terhadap kualitas produk.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, perusahaan membutuhkan proses pemeriksaan yang konsisten, terutama pada lini produksi dengan kapasitas tinggi.
1. Gunakan Teknologi Pencetakan yang Sesuai dengan Material Kemasan
Langkah pertama untuk memastikan expired date terbaca adalah memilih teknologi pencetakan yang sesuai dengan karakteristik kemasan.
Setiap material memiliki sifat berbeda. Kemasan plastik, karton, kaca, dan logam dapat membutuhkan metode pencetakan serta jenis tinta yang berbeda.
Beberapa teknologi yang umum digunakan dalam proses pengkodean industri meliputi Continuous Inkjet (CIJ), Thermal Inkjet (TIJ), Thermal Transfer Overprinting (TTO), dan laser marking.
Pemilihan teknologi perlu mempertimbangkan jenis permukaan, kecepatan produksi, kebutuhan ketahanan cetakan, serta ukuran karakter.
Dengan metode yang tepat, perusahaan dapat menghasilkan kode produksi dan tanggal kedaluwarsa yang lebih konsisten.
2. Pastikan Posisi dan Kontras Tulisan Sesuai
Keterbacaan informasi tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas mesin cetak, tetapi juga posisi dan kontras tulisan pada permukaan kemasan.
Tulisan yang terlalu kecil, berada pada lipatan, atau memiliki warna hampir sama dengan latar belakang dapat sulit dibaca.
Karena itu, perusahaan perlu menentukan area pencetakan yang konsisten dan memastikan kontras karakter memadai.
Pengaturan jarak antara mesin cetak dan kemasan juga penting untuk menjaga bentuk karakter agar tidak mengalami distorsi.
Pemeriksaan sampel secara berkala dapat membantu memastikan hasil pencetakan tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
3. Terapkan Pemeriksaan Label Secara Berkala
Pemeriksaan manual masih menjadi bagian dari proses quality control di banyak pabrik.
Operator biasanya memeriksa posisi label, kejelasan tulisan, serta kesesuaian informasi produksi.
Namun, ketika jumlah produk yang diproses semakin besar, pemeriksaan manual berpotensi menghadapi keterbatasan.
Kecepatan conveyor, kelelahan operator, dan perbedaan ketelitian dapat memengaruhi konsistensi pemeriksaan.
Oleh sebab itu, perusahaan perlu menetapkan prosedur inspeksi yang jelas, termasuk frekuensi pemeriksaan dan tindakan yang dilakukan apabila ditemukan ketidaksesuaian.
4. Manfaatkan Camera Inspection System
Salah satu cara meningkatkan efektivitas pemeriksaan label dan expired date adalah menggunakan camera inspection system.
Teknologi ini memanfaatkan kamera industri dan perangkat lunak pemrosesan gambar untuk memeriksa kondisi visual produk secara otomatis.
Dengan konfigurasi yang sesuai, sistem inspeksi dapat digunakan untuk mendeteksi:
- Label yang hilang atau tidak terpasang.
- Posisi label yang tidak sesuai.
- Kode produksi yang tidak tercetak.
- Karakter yang buram atau terpotong.
- Ketidaksesuaian informasi tertentu pada kemasan.
Untuk pemeriksaan karakter dan tanggal kedaluwarsa, sistem dapat memerlukan kemampuan Optical Character Recognition (OCR) atau Optical Character Verification (OCV).
OCR digunakan untuk mengenali karakter, sedangkan OCV membantu memverifikasi kesesuaian karakter dengan informasi yang diharapkan.
Kemampuan tersebut perlu disesuaikan dengan perangkat, perangkat lunak, dan kebutuhan aplikasi inspeksi.
5. Integrasikan Smart Camera dengan Lini Produksi
Penggunaan smart camera industri dapat membantu perusahaan menerapkan pemeriksaan kualitas secara lebih otomatis.
Smart camera merupakan perangkat yang menggabungkan pengambilan gambar dan kemampuan pemrosesan visual dalam satu sistem.
Perangkat ini dapat digunakan untuk mendukung inspeksi produk yang bergerak pada conveyor.
Apabila terintegrasi dengan sistem pengendali produksi, hasil pemeriksaan kamera dapat digunakan untuk memberikan peringatan atau mengaktifkan mekanisme pemisahan produk yang tidak sesuai.
PT Aga Prima Engineering menyediakan solusi Smart Camera and Vision Sensors Teledyne DALSA, termasuk BOA, BOA2, dan BOA Spot, untuk berbagai kebutuhan inspeksi visual industri.
Pemilihan perangkat harus mempertimbangkan resolusi kamera, pencahayaan, kecepatan produksi, serta jenis pemeriksaan yang diperlukan.
6. Lakukan Kalibrasi dan Perawatan Peralatan
Kualitas hasil inspeksi dapat berubah apabila kondisi peralatan tidak dijaga dengan baik.
Misalnya, perubahan posisi kamera, lensa yang kotor, atau pencahayaan yang tidak stabil dapat memengaruhi kemampuan sistem dalam menangkap gambar.
Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala.
Selain perangkat kamera, kondisi mesin pencetak kode juga harus diperhatikan agar kualitas karakter tetap konsisten.
Kalibrasi dan pengujian menggunakan sampel yang sesuai dapat membantu memastikan sistem mendeteksi kesalahan sebagaimana diharapkan.
7. Evaluasi Hasil Inspeksi untuk Meningkatkan Kualitas
Data hasil inspeksi dapat menjadi sumber informasi penting bagi perusahaan.
Dengan mencatat jenis kesalahan dan frekuensinya, tim produksi dapat mengetahui masalah yang paling sering terjadi.
Sebagai contoh, peningkatan jumlah kode yang buram dapat menjadi indikasi perlunya pemeriksaan mesin cetak, material kemasan, atau pengaturan proses.
Evaluasi berkelanjutan membantu perusahaan menentukan tindakan korektif dan mengurangi risiko terulangnya masalah yang sama.
Optimalkan Inspeksi Kemasan Bersama Aga Prima Engineering
Memastikan label dan expired date kemasan terbaca dengan benar merupakan bagian penting dari pengendalian kualitas produk.
Melalui penerapan standar pencetakan yang tepat, perawatan mesin, dan penggunaan teknologi inspeksi otomatis, perusahaan dapat meningkatkan konsistensi pemeriksaan serta mengurangi risiko produk dengan informasi tidak sesuai.
PT Aga Prima Engineering menghadirkan berbagai pilihan Smart Camera and Vision Sensors dari Teledyne DALSA untuk mendukung kebutuhan otomatisasi dan inspeksi visual pada lini produksi.
Produk seperti BOA, BOA2, dan BOA Spot dapat dipertimbangkan untuk aplikasi pemeriksaan visual sesuai kemampuan dan konfigurasi masing-masing perangkat.
Ingin meningkatkan akurasi pemeriksaan label dan kualitas kemasan di pabrik Anda?
Kunjungi halaman Smart Camera and Vision Sensors PT Aga Prima Engineering untuk mengenal pilihan teknologi inspeksi industri dan berkonsultasi mengenai solusi yang sesuai dengan kebutuhan produksi Anda.